Prince Uebi dan Princess Qetela



Di dalam bilik kecil di istana Grassestand ..
Terlihat sosok putra mahkota yang sedang termenung.
Prince Uebi namanya, ia ingin mengirimkan sebuah surat kepada Princess Qetela dari istana landusthand. Prince uebi bingung harus menitipkannya kepada siapa. Prince Uebi telah lama menaruh rasa kepada princess Qetela. Dia pun ingat bahwa besok Princess Qetela akan mengikuti Ospek di Prupuk School ( sekolah elits kalangan putra-putri bangsawan ) , yang notabennya bersebelahan dengan rumah tante Prince Uebi yaitu Mrs. Quinting. Terbersitlah dalam hati Prince “kenapa tidak ku titipkan surat ini ( sambil memperhatikan surat yang berada di tangan kanannya ) melalui perantara aunty Quinting saja ya !!!”.
Prince pun tersenyum semeringah sambil berjingkrak-jingkrak dan mengoyangkan sedikit kepala kakunya. “ yes..yes.. al..hamdulillah, akhirnya setelah berpikir 7 hari 7 malam ane temuin juga solusinya”. Ujar prince dengan nada ulok yang menjadi ciri khasnya.
Mendegar kegaduhan prince Uebi, grandfa Zinkgong pun keluar dari kamar persembunyiannya ( kamar grandfa yang dijuluki oleh prince Uebi, karena didalam kamar Zinkgong tak  boleh ada seorang pun yang masuk, hanya grandfa dan grandma Zinkgong saja yang boleh berada dikamar itu ).
Mendekati pintu bilik tempat prince berada.
“ prince, kenapa seperti itu tingkahmu,,, tak selayaknya seorang penerus kerajaan bersikap seperti itu. Berwibawalah sedikit...” ujar Zinkgong dengan suara agak-agak serak dan sedikit lemah. Maklum usia Zinkgong sudah hampir 1 abad, 95 tahun.hehe
“ seandainya orang tua mu masih hidup mungkin kau tak akan begini”, gumam Zinkgong lagi.
Kedua Orang Tua prince Uebi sudah meninggal sejak prince berumur 2 tahun. Di istana ia hanya tinggal bersama Zinkgong dan penduduk istana lainnya.
Mendengar gumaman Zinkgong, prince pun bergegas pergi tanpa menjawab dan bahkan tak menggubris kehadiran Zinkgong. Lelaki tua itu hanya bisa menatap sisa bayangan prince dengan pandangan penuh kekecewaan terhadap putra mahkota itu.
Prince Uebi memang sedikit brandal, ia sering berselisih paham dengan Zinkgong dan penduduk istana lainnya. Ia hanya terlihat akur dengan Aunty Quinting. Itupun karena mempunyai sebuah hobbi yang sama yaitu mengoleksi tanaman dan cinta terhadap burung. Ribuan bahkan jutaan jenis tanaman dan ratusan jenis burung mereka kumpulkan dan mereka buat sebuah big jungle didalam istana Grassesland yang sangat luas dan megah itu. Saat prince sedang di rundung masalah ia sering menghabiskan waktunya bersama burung-burung miliknya di dalam big jungle tersebut.

***
Tibalah pada hari dimana Princess Qetela akan mengikuti Ospek di Prupuk School.

***
Di istana Landusthand..
Pada pagi buta itu sekitar jam 05.00 pagi sudah terlihat kesibukan di kamar yang sejuk dan rindang yang disulap selayaknya sebuah taman dan ratusan kupu-kupu berterbangan dikamar. Maklum saja sang princess sangat menyukai kupu-kupu, sehingga dia menyulap sebagian kamarnya bak sebuah taman yang didalamnya hanya ada kupu-kupu yang indah-indah.

***
Princess pun bergegas pergi dengan kendaraan super Vahara-nya. Setibanya di pagar rumah Mrs. Quinting. Tiba-tiba terdengar suara yang memanggilnya. “ Princess… princess… !”, seru mrs. Quinting yang sedang beranjak dari teras tempat beliau duduk menunggu kedatangan sang princess. “ iya… ada perlu apa buk? Apa ada yang bisa saya bantu?”, Tanya sang princess lembut. Princess Qetela merupakan salah seorang putri kerajaan yang sangat lembut, bersahaja, penuh perhatian terhadap semua rakyatnya.
“ tidak princess… saya hanya hendak memberikan ini ( sambil menyerahkan sebuah amplop merah muda yang berpitakan sebuah lakban berbentuk hati ) ”, ujar Mrs. Quinting.
“apa isinya?”, Tanya princess. “Saya tidak tahu juga, itu titipan dari Prince Uebi dari Istana Grassesand untuk tuan putri dan pesannya lagi, dibukanya saat sudah sampai dirumah saja”. Jelas mrs. Quinting. “baiklah buk, jika memang harus begitu. Nanti akan saya baca di rumah saja. Kalau begitu saya mohon izin buk ya, karena harus segera ke sekolah.” Balas princess Qetela sambil melihat jam tangannya.
Kemudian princess pun meninggalkan mrs. Quinting.
Sedikit pemberitahuan, di sekolah elit tersebut biarpun princess Qetela dan murid-murid lainnya adalah termasuk orang-orang yang berpengaruh di kerajaan, tapi tidak ada perlakuan khusus bagi mereka. Apalagi saat menjalani masa perkenalan hari pertama di sekolah baru ( yang tenar di sebut sekarang adalah ospek ).

***
Princess melewati hari pertama disekolah barunya dengan penuh suka ria. Tapi dibalik itu semua terpendam sebuah rasa penasaran yang teramat sangat terhadap isi surat yang diberikan prince tadi.

***
Tibalah sang princess di kamarnya, lalu dengan tergesa-gesa ia pun segera membuka amplop dari prince Uebi. Dan ternyata amplop tersebut berisi selembar surat. Princess pun segera membacanya.

Komentar

Postingan Populer